Cari dengan judul

Translate

Jumat, 17 April 2015

SHALAT RAWATIB

Rawatib berasal daripada perkataan ‘raatib‘ yang bermaksud
berterusan. Shalat Sunat Rawatib dilakukan beriringan secara berterusan sebelum dan sesudah shalat fardlu lima waktu yaitu ada dua puluh dua rakaat, terdiri dari sepuluh rakaat muakkad (kuat/penting) dan dua belas rakaat ghairu muakkad (kurang penting)

Sepuluh rakaat yang muakkad yaitu :


  • Dua rakaat sebelum shalat fardlu Shubuh
  • Dua rakaat sebelum shalat Dzuhur atau shalat Jum'at
  • Dua rakaat sesudah shalat fardlu Dzuhur atau sahalat Jum'at
  • Dua rakaat sesudah shalat fardlu Magrib
  • Dua rakaat sesudah shalat fardlu Isya

Hadist Nabi Muhammad saw. :
"Telah berkata Abdullah bin Umar : Saya ingat dari (shalat sunat) Rosulullah saw sepuluh rakaat yaitu dua rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Maghrib di rumahnya, dua rakaart sesudah Isya dirumahnya dan dua rakaat sebelum shalat Shubuh" (Hadist diriwayatkan oleh Imam Buhari).


Dua belas yang ghairu muakkad yaitu :

  • Dua rakaat sebelum sjhalat fardlu Dzuhur atau shalat Jumat
  • Dua rakaat setelah shalat fardlu Dzuhur atau shalat Jumat. (sebagai tambahan yang muakkad)
  • Empat rakaat sebelum shalat fardlu Ashar
  • Dua rakaat sebelum shalat fardlu Maghrib
  • Dua rakaat sebelum shalat fardlu Isya

Shalat sunat rawatib yang dilaksanakan sebelum shalat fardlu dinamakan qalbiyah sedang yang dikerjakan sesudahnya dinamakan ba'diyah.

ARTIKEL TERKAIT
  1. MACAM-MACAM SHALAT SUNNAH
  2. PENGERTIAN DAN CARA MELAKUKAN SHALAT WUDHU
  3. SHALAT TAHIYYATUL MASJID
  4. SHALAT DUHA
  5. SHALAT RAWATIB
  6. SHALAT TAHAJUD
  7. SHALAT ISTIKHARAH
  8. SHALAT TAUBAT
  9. SHALAT TARAWIH RASULULLAH
  10. SHALAT WITIR
  11. SHALAT SUNNAH ID (IDUL FITRI DAN IDUL ADHA
  12. SHALAT ISTIQA (MINTA HUJAN)

Tidak ada komentar: