HUBUNGAN Khalifah Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib dikenal sangat erat. Dalam kitab Nahjul Balaghah, kitab yang diyakini kumpulan pidato Ali, dikatakan bahwa Ali memuji Abu Bakar dan Umar sebagai Khalifah.
Dr. ‘Aidh Al-Qarni dan Dr. Muhammad
Al-Hasyimi Al-Hamdi mengutip pidato Ali bin Abi Talib Radhiallahu Anhu
di saat meninggalnya Khalifah Umar Bin Khatab;
“Allah
merahmatimu wahai Abu Bakar. Engkau adalah orang pertama yang memeluk
Islam. Orang yang paling ikhlas dalam beriman. Orang yang paling kuat
keyakinan. Orang berada yang paling mulia dan orang yang paling
melindungi Rasul Allah. Orang yang dekat dengan Rasul Allah akhlaknya,
kemuliaannya, petunjuknya dan karakternya. Semoga Allah memberimu
pahala kebaikan atas Islam, Rasul Allah dan kaum muslimin. Engkau
membenarkan Rasul Allah saat orang-orang mengingkari. Engkau mendarmakan
hartamu saat orang-orang lain kikir. Engkau berdiri bersamanya saat
orang-orang lain diam. Allah menamakanmu Shiddiqan (yaitu yang datang dgn membawa kebenaran dan dia membenarkan. Mereka adalah orang-orang yang muttaqun).
Orang-orang menginginkan Muhammad dan Muhammad menginginkanmu. Demi
Allah engkau adalah benteng Islam dan siksaan bagi kaum kafirin. Hujjah-mu
tidak menurun dan nalarmu tidak melemah. Dirimu tidak pernah takut.
Engkau bagaikan gunung yang tidak goyah oleh hembusan badai. Engkau
seperti halnya sabda Rasul : “Badanmu lemah namun kukuh dalam perintah
Allah. Engkau adalah orang yang rendah hati namun mulia dihadapan Allah.
Mulia di muka bumi dan besar di hadapan kaum muslimin. Tidak seorangpun
di hadapanmu berambisi dan tidak seorangpun meremehkan. Orang yang kuat
di hadapanmu lemah sampai engkau mengembalikan hak orang lain dari
padanya. Orang yang lemah di hadapanmu kuat sampai engkau mengembalikan
haknya. Semoga Allah tidak menjauhkan pahalamu atas kami dan tidak pula
Allah menyesatkan kami setelah kepergianmu..”
Semoga Allah meridhoi Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib r.a. dan Amirul Mukminin, Abu Bakar Shiddiq r.a. (Dikutip dari buku ‘Mawaddah Ahlu Al-Bait ‘inda Ahli Al-Sunnah’ oleh Dr. ‘Aidh Al-Qarni dan Dr. Muhammad Al-Hasyimi Al-Hamdi).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar