BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Pendidikan merupakan salah satu sektor penting
dalam pembangunandi setiap negara. Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003
pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan segala
potensi yang dimiliki peserta didik melalui proses pembelajaran. Pendidikan
bertujuan untuk mengembangkan potensi anak agar memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian, memiliki kecerdasan, berakhlak
mulia, serta memiliki keterampilan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat
dan warga negara. Untuk melihat tingkat pencapaian tujuan pendidikan, diperlukan suatu bentuk evaluasi.
Evaluasi
pendidikan sekolah merupakan satu kesatuan dengan mengendalian mutu pendidikan sekolah karena
untuk mengetahui pelaksanaan dan hasil-hasil pengendalian mutu perlu diadakan
evaluasi. Evaluasi pendidikan mencakup evaluasi hasil, proses pelaksanaan, dan
faktor-faktor manajerial pendidikan pendukung proses pendidikan. (Sukmadinata,
dkk, 2008:109)
|
1
|
Pendidikan merupakan
sebuah unsur yang tidak dapat dipisahkan dari manusia karena sudah mengenal apa
itu pendidikan sejakdalam kandungan melalui interaksi. Interaksi pendidikan
dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah atau masyarakat
(sukmadinata, 2013:11). Pendidikan sebagai hak asasi seiap indidvidutelah di
akui dalam undang – undang dasar 1945 pasal 31 ayat 1 yang menyebutkan bahwa
setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dengn pendidikan inilah
manusia, masyarakat dan suatu bangsa bisa dikatakan maju, besar dan berperdapan
tinggi, semakin tinggi pendidikan suatu bangsa semakain tinggi pula peradaban
suatu bangsa.
Pendidikan
adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan,
pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang (UU
Sisdiknas). Pendidikan juga didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. (Sosilowati :2009 : 30).
Pendidikan di sekolah merupakan proses
membelajarkan atau mendidik siswa yang dilakukan oleh tenaga pendidik atau
guru. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk
mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Ketika orang tua mendaftarkan
anaknya ke sekolah, pada saat itu juga ia menaruh harapan terhadap guru, agar
anaknya di atas berkembang secara optimal (Mulyasa:2005 : 10).
Konsep yang
menawarkan kerjasama yang erat antara sekolah, masyarakat dan pemerintah dengan
tanggung jawabnya masing-masing berkembang didasarkan kepada suatu keinginan
pemberian kemandirian kepada sekolah untuk ikut terlibat secara aktif dan
dinamis dalam rangka proses peningkatan kualitas pendidikan melalui pengelolaan
sumber daya sekolah yang ada. Sekolah harus mampu menterjemahkan dan menangkap
kebijakan makro pendidikan serta memahami kondisi lingkungannya (kelebihan dan
kekurangannya) untuk kemudiann melalui proses perencanaan, sekolah harus
mempormulasikannya kedalam kebijakan mikro dalam bentuk program-program
perioritas yang haru dilaksanakan dan dievaluasi oleh sekolah yang bersangkutan
sesuai dengan visi dan misi masing-masing.
B.
Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah, Apakah ada hubungan program pelatihan guru terhadap peningkatan kelulusan
siswa pada ujian Nasional MTs Fadilatul Islamiyah Manggelewa Tahun Pelajaran
2015/2016
C.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan Rumusan masalah
tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
program pelatihan guru terhadap peningkatan kelulusan siswa pada ujian Nasional
MTs Fadilatul Islamiyah Tahun Pelajaran 2015/2016.
D.
Manfaat Penelitian
Adapun manfaat
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Sebagai bahan masukan bagi MTs Fadilatul Islamiyah Manggelewa dalam upaya meningkatkan
kelulusan siswa pada ujian nasional, sehingga tingkat kelulusan siswa bisa
mencapai 100 %.
2.
Menjadi tambahan bagi khasanah
keilmuan dengan semakin beragamnya wawasan pengetahuan berarti semakin luas
pula wawasan yang dimiliki.
3.
Untuk menambah wawasan dan
pengetahuan peneliti sehubungan dengan strategi menghadapi ujian nasional.
4.
Di harapkan juga dapat memotivasi peneliti lain
terutama hal-hal yang belum terjangkau dalam penelitian ini.
E.
Hipotesis
Penelitian
Hipotesis adalah jawaban sementara atau dugaan
sementara terhadap masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah
dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan atau pernyataan (Sugiyono, 2008).
Hipotesis
yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini yaitu bahwa ada hubungan program pelatihan guru terhadap peningkatan
kelulusan siswa pada ujian Nasional MTs Fadilatul Islamiyah Manggelewa
Kabupaten Dompu Tahun Pelajaran 2015/2016.
F.
Ruang Lingkup dan
Keterbatasan Penelitian
Pembatasan ruang lingkup
penelitian bertujuan untuk membatasi unsur – unsur yang digunakan untuk
mmperlancar proses pelaksanaan penelitian.
1.
Subyek Penelitian
Adapun yang menjadi subyek
penelitian ini adalah guru yang di pilih sebagai subyek penelitian.
2.
Obyek Penelitian
Obyek penelitian ini
adalah program pelatihan guru terhadap peningkatan kelulusan pada ujian
nasional.
G.
Definisi Operasional Variabel
Adapun yang menjadi definisi operasional variabel dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.
Program pelatihan adalah
istilah yang berhubungan dengan usaha-usaha berencana, yang di selenggarakan
untuk mencapai penguasaan skill, pengetahuan dan sikap-sikap
pegawai atau anggota organisasi.
2.
Ujian Nasional yang di
sebut UN adalah kegiatan Pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik
secara nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar